10 Tips Investasi Pasar Modal untuk Pemula yang Pelan tapi Pasti
Ilustrasi menyusun rencana investasi untuk pemula agar lebih terarah. | Gemini
GENINDOTECT - Banyak orang ingin kondisi finansial lebih mapan di masa depan, dan investasi bisa jadi salah satu jalannya. Namun untuk pemula, pasar modal sering terlihat rumit karena ada risiko naik-turun nilai investasi. Kunci paling aman bukan “cepat kaya”, tapi paham dasar, konsisten, dan menyesuaikan dengan kemampuan.
Sebelum mulai, pastikan kamu memakai dana yang tidak mengganggu kebutuhan harian, cicilan, dan dana darurat. Tentukan juga profil risiko, apakah kamu tipe lebih nyaman stabil atau siap fluktuasi.
Berikut 10 langkah investasi sederhana :
-
Mulailah Sedini Mungkin
Semakin cepat mulai, semakin besar peluang uang bertumbuh lewat compounding. Nominal kecil tidak masalah asal rutin. Kamu juga punya waktu lebih panjang menghadapi naik-turun pasar. -
Tentukan Tujuan Investasi Secara Spesifik
Tetapkan tujuan jelas, misalnya DP rumah, pendidikan, menikah, atau pensiun. Tujuan yang jelas membantu memilih strategi dan membuat kamu tidak mudah panik saat pasar turun. -
Tentukan Jangka Waktu dan Target Dana
Tentukan kapan dana dibutuhkan dan berapa targetnya. Jangka pendek cocok instrumen stabil, jangka panjang bisa pilih yang potensi tumbuh lebih tinggi. Pecah target jadi setoran bulanan. -
Alokasikan Dana Investasi Secara Konsisten
Fokus pada konsistensi, bukan setor besar sekali. Mulai dari persentase kecil dan naikkan bertahap. Gunakan auto-debit agar lebih disiplin. -
Mulai dari Investasi Tidak Langsung
Kalau belum siap saham, mulai dari reksa dana. Lebih mudah untuk pemula dan membantu belajar memahami pasar. Setelah paham, baru bertahap ke instrumen lain. -
Pelajari Alternatif Investasi dan Risikonya
Pahami beda risiko dan potensi hasil tiap instrumen. Pelajari konsep dasar seperti return, risiko, diversifikasi, dan biaya. Hindari ikut-ikutan tren tanpa ilmu. -
Pilih Produk yang Diawasi OJK
Pastikan platform legal dan diawasi OJK. Hindari penawaran yang tidak jelas, apalagi minta transfer ke rekening pribadi atau janji untung berlebihan. -
Jangan Taruh Semua Dana di Satu Instrumen
Diversifikasi mengurangi risiko kerugian besar. Bagi dana ke beberapa instrumen sesuai tujuan agar portofolio lebih seimbang. -
Waspada Janji Untung Tinggi Risiko Minim
Keuntungan besar selalu ada risikonya. Jika dijanjikan untung pasti dan cepat, patut dicurigai. Cek cara kerja produk dan pengelolanya sebelum setor uang. -
Evaluasi dan Pantau Berkala
Tidak perlu cek setiap hari, tapi evaluasi rutin itu penting. Pastikan portofolio masih sesuai tujuan dan sesuaikan strategi jika kondisi keuangan berubah.
