GenIndoTech Adalah

Tips & Trik

Belajar Algoritma, Belajar Berpikir Sistematis melalui Sequential Searching dan Binary Searching

Belajar Algoritma, Belajar Berpikir Sistematis melalui Sequential Searching dan Binary Searching

Belajar Algoritma, Belajar Berpikir Sistematis melalui Sequential Searching dan Binary Searching. Sumber: Google

DI ERA digital seperti sekarang, data menjadi elemen yang sangat penting dalam berbagai bidang kehidupan. Mulai dari dunia bisnis, pendidikan, hingga teknologi, semua bergantung pada kemampuan untuk mengolah dan menemukan data dengan cepat.

Ketika jumlah data semakin besar, kemampuan untuk menemukan informasi yang tepat dan efisien menjadi masalah tersendiri. Inilah mengapa algoritma pencarian (Searching Algorithm) memiliki peran penting dalam dunia pemrograman. Apa itu algoritma pencarian? Yuk simak baik baik!

Bayangkan ketika kita ingin mencari nama tertentu dari ribuan data mahasiswa, atau menemukan produk dalam sebuah toko online yang jumlahnya mencapai puluhan ribu. Tanpa algoritma pencarian yang baik, proses tersebut akan sangat memakan waktu. Karena itu, programmer harus mengembangkan berbagai metode pencarian untuk mempercepat proses menemukan data yang dibutuhkan.

Dua algoritma pencarian yang paling umum dalam pemrograman adalah Sequential Searching dan Binary Search. Kedua algoritma ini memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari elemen tertentu dalam sebuah kumpulan data.

Sequential Searching dikenal sebagai metode yang sederhana dan mudah diterapkan, sementara Binary Search dikenal karena kecepatannya yang jauh lebih tinggi, terutama ketika data dalam jumlah besar dan sudah terurut. Keduanya memiliki tujuan yang sama - mencari elemen tertentu dalam sebuah kumpulan data - namun dengan cara dan efisiensi yang berbeda

Bayangkan kamu sedang mencari buku favorit di tumpukan rak tanpa urutan tertentu. Kamu mulai dari rak pertama, melihat satu per satu hingga akhirnya menemukan buku yang dicari. Nah, itulah gambaran sederhana dari Sequential Searching atau pencarian berurutan - salah satu metode pencarian paling dasar dalam dunia algoritma.

Prinsip kerjanya mudah: komputer akan memeriksa setiap elemen data satu demi satu, dimulai dari awal hingga akhir, sampai data yang dicari ditemukan. Misalnya, jika ada daftar angka [5, 8, 2, 9, 1] dan kamu ingin mencari angka 9, prosesnya dimulai dari angka pertama (5), lalu berlanjut ke angka berikutnya (8), hingga akhirnya berhenti saat menemukan 9 di posisi keempat.

Kelebihan utama metode ini adalah kesederhanaannya. Sequential Searching tidak membutuhkan data yang terurut atau struktur yang rumit. Siapa pun bisa memahaminya hanya dengan logika dasar yakni,  periksa satu per satu hingga ketemu.

Namun, di balik kesederhanaannya, metode ini punya kelemahan penting diantaranya, efisiensinya akan menurun saat data semakin banyak. Jika ada ribuan atau jutaan data, proses pencarian bisa memakan waktu cukup lama.

Karena itu, meski mudah diterapkan, Sequential Searching lebih cocok digunakan pada kumpulan data yang kecil atau saat urutan data tidak dapat dijamin.

Jika Sequential Search diibaratkan mencari buku dengan menelusuri rak satu per satu, maka Binary Search seperti menggunakan peta rak dan langsung menuju ke bagian yang paling mungkin berisi buku yang dicari. Inilah yang membuat metode ini jauh lebih efisien dan cepat - namun dengan satu syarat penting yakni, data harus sudah terurut terlebih dahulu.

Prinsip dasar Binary Search adalah membagi dua kumpulan data secara berulang-ulang untuk mempersempit ruang pencarian. Prosesnya dimulai dengan melihat elemen di tengah. Nilai tengah ini kemudian dibandingkan dengan nilai yang dicari.

Jika nilainya sama, maka pencarian selesai. Jika nilai yang dicari lebih kecil, pencarian berlanjut ke bagian kiri data. Sebaliknya, jika lebih besar, pencarian berpindah ke bagian kanan. Langkah ini diulangi terus-menerus sampai data ditemukan atau tidak ada lagi ruang pencarian yang tersisa.

Contohnya, bayangkan kita ingin mencari angka 15 dari daftar [5, 9, 12, 15, 20, 25, 30]. Elemen tengahnya adalah 15, dan karena cocok, proses pencarian langsung berhenti. Namun, jika yang dicari adalah 20, komputer akan membandingkan terlebih dahulu dengan 15. Karena 20 lebih besar, fokus pencarian dipersempit ke sisi kanan - dan akhirnya menemukan angka 20 dengan cepat.

Keunggulan utama Binary Search terletak pada kecepatannya. Jumlah langkah pencarian tumbuh secara logaritmik, bukan satu per satu seperti Sequential Search. Itulah sebabnya algoritma ini sering digunakan dalam sistem besar, seperti mesin pencari, database, dan proses pengurutan data digital.

Meski istilah Sequential Searching dan Binary Search terdengar seperti konsep rumit di dunia komputer, keduanya sebenarnya sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari - hanya saja terkadang kita tidak menyadarinya.

1. Sequential Searching

Bayangkan kamu sedang mencari satu foto lama di folder laptop yang belum tertata rapi. Karena tidak ada urutan nama atau tanggal, kamu terpaksa membuka file satu per satu, dari awal hingga menemukan foto yang dicari. Proses ini menggambarkan cara kerja Sequential Searching, yaitu mencari data dengan menelusuri seluruh isi satu per satu tanpa urutan tertentu.

Contoh lainnya bisa kamu temukan saat mencari nama teman di daftar kontak yang belum diurutkan. Kamu menggulir dari huruf awal hingga akhirnya menemukan nama yang dicari. Cara ini memang sederhana, tapi jika daftar kontakmu sangat panjang, tentu membutuhkan waktu lebih lama.

2. Binary Searching 

Berbeda halnya dengan Binary Search, yang bekerja jauh lebih cepat karena datanya sudah diurutkan terlebih dahulu. Misalnya, saat kamu mencari produk di aplikasi belanja online. Ketika mengetik kata “sepatu”, sistem tidak lagi menelusuri seluruh produk satu per satu. Sebaliknya, algoritma akan mempersempit pencarian dengan memanfaatkan urutan kategori atau abjad, sehingga hasil yang kamu cari muncul hanya dalam hitungan detik.

Penerapan lain juga terlihat pada fitur pencarian kontak di smartphone. Begitu kamu mengetik beberapa huruf pertama dari nama temanmu, sistem segera menampilkan hasil paling relevan - karena di balik layar, proses Binary Search sedang bekerja. 

Dari dua contoh ini, kita belajar bahwa logika algoritma tidak hanya hidup di dunia komputer, tapi juga menyatu dengan keseharian kita: mulai dari mencari file, produk, hingga nama teman di ponsel.

Nah, dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Sequential Searching dan Binary Searching memiliki fungsi yang sama, yakni mencarai data, tetapi digunakan dalam kondisi yang berbeda.

Sequential Searching cocok digunakan untuk data kecil atau data yang belum diurutkan, karena tidak membutuhkan syarat khusus. Sebaliknya, Binary Searching sangat ideal untuk data besar yang sudah diurutkan, karena dapat mempercepat proses pencarian secara signifikan. 

Alhasil, Sequential Search dan Binary Search lebih dari sekadar rumus komputer, kedua algoritma ini mengajarkan cara berpikir yang bisa kita terapkan dalam kehidupan nyata: “Kadang kita perlu menelusuri langkah demi langkah seperti Sequential Search, tapi saat sudah punya pola dan arah, gunakan logika Binary Search - fokus pada inti masalah dan temukan solusi dengan cerdas.”

Kesimpulannya, Belajar algoritma berarti belajar berpikir sistematis. Di dunia digital maupun dunia nyata, cara kita mencari, menyusun, dan memecahkan masalah akan menentukan seberapa efisien kita mencapai tujuan.

Author
Gildan

Penulis yang gemar berbagi informasi tentang teknologi dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Fokus pada ulasan gadget, tips digital, serta perkembangan teknologi terbaru untuk membantu pembaca tetap up-to-dat